Semua Orang Bisa Sukses, Apapun Latar Belakangnya

PUREGANIC PARFUM photo Facebook-20140901-094537_zps76e6ccad.jpg
Tampilkan postingan dengan label kolesterol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolesterol. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Jantung Koroner - Definisi dan Upaya Menghindarinya

Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular saat ini merupakan salah satu penyebab utama dan pertama kematian di negara maju dan berkembang, termasuk Indonesia. Pada tahun 2010, secara global penyakit ini akan menjadi penyebab kematian pertama di negara berkembang, menggantikan kematian akibat infeksi. Diperkirakan bahwa diseluruh dunia, PJK pada tahun 2020 menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36% dari seluruh kematian, angka ini dua kali lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker. Di Indonesia dilaporkan PJK (yang dikelompokkan menjadi penyakit sistem sirkulasi) merupakan penyebab utama dan pertama dari seluruh kematian, yakni sebesar 26,4%, angka ini empat kali lebih tinggi dari angka kematian yang disebabkan oleh kanker (6%). Dengan kata lain, lebih kurang satu diantara empat orang yang meninggal di Indonesia adalah akibat PJK. Berbagai faktor risiko mempunyai peran penting timbulnya PJK mulai dari aspek metabolik, hemostasis, imunologi, infeksi, dan banyak faktor lain yang saling terkait.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan satu dari tiga orang di seluruh dunia pada tahun 2001, meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sementara, sepertiga dari seluruh populasi dunia saat ini berisiko tinggi untuk mengalami major cardiovascular events. Pada tahun yang sama, WHO mencatat sekitar 17 juta orang meninggal karena penyakit ini dan melaporkan bahwa sekitar 32 juta orang mengalami serangan jantung dan stroke setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2001 di seluruh dunia terjadi satu serangan jantung setiap 4 detik dan satu stroke setiap 5 detik. Dilaporkan juga, pada tahun 2001 tercatat penyakit kardiovaskular lebih banyak menyerang wanita dibanding pria, yang sebelumnya penyakit kardiovaskular lebih banyak menyerang para pria.

Perkembangan terkini memperlihatkan, penyakit kardiovaskular telah menjadi suatu epidemi global yang tidak membedakan pria maupun wanita, serta tidak mengenal batas geografis dan sosio-ekonomis. Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah salah satu manifestasi klinis Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian.

SKA menyebabkan angka perawatan rumah sakit yang sangat besar dalam tahun 2003 di Pusat Jantung Nasional dan merupakan masalah utama saat ini. SKA, merupakan PJK yang progresif dan pada perjalanan penyakitnya, sering terjadi perubahan secara tiba-tiba dari keadaan stabil menjadi keadaan tidak stabil atau akut. Mekanisme terjadinya SKA adalah disebabkan oleh karena proses pengurangan pasokan oksigen akut atau subakut dari miokard, yang dipicu oleh adanya robekan plak aterosklerotik dan berkaitan dengan adanya proses inflamasi, trombosis, vasokonstriksi dan mikroembolisasi. Manifestasi klinis SKA dapat berupa angina pektoris tidak stabil/APTS, Non-ST elevation myocardial infarction / NSTEMI, atau ST elevation myocardial infarction / STEMI.

SKA merupakan suatu keadaan gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis berupa keluhan perasaan tidak enak atau nyeri di dada atau gejala-gejala lain sebagai akibat iskemia miokard. Pasien APTS dan NSTEMI harus istirahat di ICCU dengan pemantauan EKG kontinu untuk mendeteksi iskemia dan aritmia.


Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah suatu istilah atau terminologi yang digunakan untuk menggambarkan spektrum keadaan atau kumpulan proses penyakit yang meliputi angina pektoris tidak stabil/APTS (unstable angina/UA), infark miokard gelombang non-Q atau infark miokard tanpa elevasi segmen ST (Non-ST elevation myocardial infarction/ NSTEMI), dan infark miokard gelombang Q atau infark miokard dengan elevasi segmen ST (ST elevation myocardial infarction/STEMI).

APTS dan NSTEMI mempunyai patogenesis dan presentasi klinik yang sama, hanya berbeda dalam derajatnya. Bila ditemui petanda biokimia nekrosis miokard (peningkatan troponin I, troponin T, atau CK-MB) maka diagnosis adalah NSTEMI; sedangkan bila petanda biokimia ini tidak meninggi, maka diagnosis adalah APTS.

Pada APTS dan NSTEMI pembuluh darah terlibat tidak mengalami oklusi total/oklusi tidak total (patency), sehingga dibutuhkan stabilisasi plak untuk mencegah progresi, trombosis dan vasokonstriksi. Penentuan troponin I/T ciri paling sensitif dan spesifik untuk nekrose miosit dan penentuan patogenesis dan alur
pengobatannya. Sedang kebutuhan miokard tetap dipengaruhi obat-obat yang bekerja terhadap kerja jantung, beban akhir, status inotropik, beban awal untuk mengurangi konsumsi O2 miokard. APTS dan NSTEMI merupakan SKA yang ditandai oleh ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan oksigen miokard.
Penyebab utama adalah stenosis koroner akibat trombus non-oklusif yang terjadi pada plak aterosklerosis yang mengalami erosi, fisur, dan/atau ruptur.

Ketiga jenis kejadian koroner itu sesungguhnya merupakan suatu proses berjenjang: dari fenomena yang ringan sampai yang terberat. Dan jenjang itu terutama dipengaruhi oleh kolateralisasi, tingkat oklusinya, akut tidaknya dan lamanya iskemia miokard berlangsung. Pada panduan ini pembahasan lebih difokuskan pada permasalahan tentang 2 bagian dari sindrom ini: Angina pektoris tidak stabil (APTS) dan NSTEMI.

Patogenesis SKA

SKA merupakan salah satu bentuk manifestasi klinis dari PJK akibat utama dari proses aterotrombosis selain stroke iskemik serta peripheral arterial disease (PAD). Aterotrombosis merupakan suatu penyakit kronik dengan proses yang sangat komplek dan multifaktor serta saling terkait.

Aterotrombosis terdiri dari aterosklerosis dan trombosis. Aterosklerosis merupakan proses pembentukan plak (plak aterosklerotik) akibat akumulasi beberapa bahan seperti lipid-filled macrophages (foam cells), massive extracellular lipid dan plak fibrous yang mengandung sel otot polos dan kolagen. Perkembangan terkini menjelaskan aterosklerosis adalah suatu proses inflamasi/infeksi, dimana awalnya ditandai dengan adanya kelainan dini pada lapisan endotel, pembentukan sel busa dan fatty streks, pembentukan fibrous cups dan lesi lebih lanjut, dan proses pecahnya plak aterosklerotik yang tidak stabil.

Banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa inflamasi memegang peranan penting dalam proses terjadinya aterosklerosis. Pada penyakit jantung koroner inflamasi dimulai dari pembentukan awal plak hingga terjadinya ketidakstabilan plak yang akhirnya mengakibatkan terjadinya ruptur plak dan trombosis pada SKA.

Perjalanan proses aterosklerosis (initiation, progression dan complication pada plak aterosklerotik), secara bertahap berjalan dari sejak usia muda bahkan dikatakan juga sejak usia anak-anak sudah terbentuk bercak-bercak garis lemak (fatty streaks) pada permukaan lapis dalam pembuluh darah, dan lambat-laun pada usia tua dapat berkembang menjadi bercak sklerosis (plak atau kerak pada pembuluh darah) sehingga terjadinya penyempitan dan/atau penyumbatan pembuluh darah. Kalau plak tadi pecah, robek atau terjadi perdarahan subendotel, mulailah proses trombogenik, yang menyumbat sebagian atau keseluruhan suatu pembuluh koroner. Pada saat inilah muncul berbagai presentasi klinik seperti angina atau infark miokard.

Proses aterosklerosis ini dapat stabil, tetapi dapat juga tidak stabil atau progresif. Konsekuensi yang dapat menyebabkan kematian adalah proses aterosklerosis yang bersifat tidak stabil /progresif yang dikenal juga dengan SKA.

Sedangkan trombosis merupakan proses pembentukan atau adanya darah beku yang terdapat di dalam pembuluh darah atau kavitas jantung. Ada dua macam trombosis, yaitu trombosis arterial (trombus putih) yang ditemukan pada arteri, dimana pada trombus tersebut ditemukan lebih banyak platelet, dan trombosis
vena (trombus merah) yang ditemukan pada pembuluh darah vena dan mengandung lebih banyak sel darah merah dan lebih sedikit platelet. Komponen-komponen yang berperan dalam proses trombosis adalah dinding pembuluh darah, aliran darah dan darah sendiri yang mencakup platelet, sistem koagulasi,
sistem fibrinolitik, dan antikoagulan alamiah.

Patogenesis terkini SKA menjelaskan, SKA disebabkan oleh obstruksi dan oklusi trombotik pembuluh darah koroner, yang disebabkan oleh plak aterosklerosis yang vulnerable mengalami erosi, fisur, atau ruptur. Penyebab utama SKA yang dipicu oleh erosi, fisur, atau rupturnya plak aterosklerotik adalah karena terdapatnya kondisi plak aterosklerotik yang tidak stabil (vulnerable atherosclerotic plaques) dengan karakteristik; lipid core besar, fibrous cups tipis, dan bahu plak (shoulder region of the plague) penuh dengan aktivitas sel-sel inflamasi seperti sel limfosit T dan lain-lain.

Tebalnya plak yang dapat dilihat dengan persentase penyempitan pembuluh koroner pada pemeriksaan angiografi koroner tidak berarti apa-apa selama plak tersebut dalam keadaan stabil. Dengan kata lain, risiko terjadinya ruptur pada plak aterosklerosis bukan ditentukan oleh besarnya plak (derajat penyempitan) tetapi oleh kerentanan (vulnerability) plak.

Erosi, fisur, atau ruptur plak aterosklerosis (yang sudah ada dalam dinding arteri koronaria) mengeluarkan zat vasoaktif (kolagen, inti lipid, makrofag dan tissue factor) ke dalam aliran darah, merangsang agregasi dan adhesi trombosit serta pembentukan fibrin, membentuk trombus atau proses trombosis. Trombus yang terbentuk dapat menyebabkan oklusi koroner total atau subtotal. Oklusi koroner berat yang terjadi akibat erosi atau ruptur pada plak aterosklerosis yang relatif kecil akan menyebabkan angina pektoris tidak stabil dan tidak sampai menimbulkan kematian jaringan. Trombus biasanya transien/labil dan menyebabkan oklusi sementara yang berlangsung antara 10–20 menit.

Bila oklusi menyebabkan kematian jaringan tetapi dapat diatasi oleh kolateral atau lisis trombus yang cepat (spontan atau oleh tindakan trombolisis) maka akan timbul NSTEMI (tidak merusak seluruh lapisan miokard). Trombus yang terjadi lebih persisten dan berlangsung sampai lebih dari 1 jam. Bila oklusi
menetap dan tidak dikompesasi oleh kolateral maka keseluruhan lapisan miokard mengalami nekrosis (Q-wave infarction), atau dikenal juga dengan STEMI. Trombus yang terbentuk bersifat fixed dan persisten yang menyebabkan perfusi miokard terhenti secara tiba-tiba yang berlangsung lebih dari 1 jam dan menyebabkan nekrosis miokard transmural.

Sekarang semakin diyakini dan lebih jelas bahwa trombosis adalah sebagai dasar mekanisme terjadinya SKA, trombosis pada pembuluh koroner terutama disebabkan oleh pecahnya vulnerable plak aterosklerotik akibat fibrous cups yang tadinya bersifat protektif menjadi tipis, retak dan pecah. Fibrous cups bukan merupakan lapisan yang statik, tetapi selalu mengalami remodeling akibat aktivitas-aktivitas metabolik, disfungsi endotel, peran sel-sel inflamasi, gangguan matriks ekstraselular atau extra-cellular matrix (ECM) akibat aktivitas matrix metallo proteinases (MMPs) yang menghambat pembentukan kolagen dan
aktivitas inflammatory cytokines.

Perkembangan terkini menjelaskan dan menetapkan bahwa proses inflamasi memegang peran yang sangat menentukan dalam proses poto-biologis SKA, dimana vulnerabilitas plak sangat ditentukan oleh proses inflamasi. Inflamasi dapat bersifat lokal (pada plak itu sendiri) dan dapat bersifat sistemik. Inflamasi juga dapat mengganggu keseimbangan homeostatik. Pada keadaan inflamasi terdapat peninggian konsentrasi fibrinogen dan inhibitor aktivator plasminogen di dalam sirkulasi. Inflamasi juga dapat menyebabkan vasospasme pada pembuluh darah karena tergganggunya aliran darah.

Vasokonstriksi pembuluh darah koroner juga ikut berperan pada patogenesis SKA. Vasokonstriksi terjadi sebagai respon terhadap disfungsi endotel ringan dekat lesi atau sebagai respon terhadap disrupsi plak dari lesi itu sendiri. Endotel berfungsi mengatur tonus vaskular dengan mengeluarkan faktor relaksasi yaitu nitrit oksida (NO) yang dikenal sebagai Endothelium Derived Relaxing Factor (EDRF), prostasiklin, dan faktor kontraksi seperti endotelin-1, tromboksan A2, prostaglandin H2. Pada disfungsi endotel, faktor kontraksi lebih dominan dari pada faktor relaksasi. Pada plak yang mengalami disrupsi terjadi platelet dependent vasocontriction yang diperantarai oleh serotonin dan tromboksan A2, dan thrombin dependent vasoconstriction diduga akibat interaksi langsung antara zat tersebut dengan sel otot polos pembuluh darah.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dalam Pedoman tentang Tata Laksana Sindrom Koroner Akut Tanpa ST-ELEVASI (2004) menjelaskan tentang patogenesis SKA, secara garis besar ada lima penyebab yang tidak terpisah satu sama lain (Tabel 2). Dengan kata lain penyebabpenyebab tersebut tidak berdiri sendiri, beberapa pasien mempunyai lebih dari dua penyebab.

Penyebab APST/NSTEMI


  • Trombus tidak oklusif pada plak yang sudah ada
  • Obstruksi dinamik (spasme koroner atau vasokonstriksi)
  • Obstruksi mekanik yang progresif
  • Inflamasi dan atau infeksi
  • Faktor atau keadaan pencetus

Dalam empat penyebab pertama, ketidakseimbangan oksigen terjadi terutama oleh karena suplai oksigen ke miokard yang berkurang, sedangkan pada penyebab ke lima adalah ketidakseimbangan terutama akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard, biasanya disertai adanya keadaan kekurangan pasokan oksigen yang menetap.

Trombus tidak oklusif pada plak yang sudah ada

Penyebab paling sering SKA adalah penurunan perfusi miokard oleh karena penyempitan arteri koroner sebagai akibat dari trombus yang ada pada plak aterosklerosis yang robek/pecah dan biasanya tidak sampai
menyumbat. Mikroemboli (emboli kecil) dari agregasi trombosit beserta komponennya dari plak yang ruptur, yang mengakibatkan infark kecil di distal, merupakan penyebab keluarnya petanda kerusakan miokard pada
banyak pasien.

Obstruksi dinamik

Penyebab yang agak jarang adalah obstruksi dinamik, yang mungkin diakibatkan oleh spasme fokal yang terus menerus pada segmen arteri koroner epikardium (angina prinzmetal). Spasme ini disebabkan oleh hiperkontraktilitas otot polos pembuluh darah dan/atau akibat disfungsi endotel. Obstruksi dinamik koroner dapat juga diakibatkan oleh konstriksi abnormal pada pembuluh darah yang lebih kecil.

Obstruksi mekanik yang progresif

Penyebab ke tiga SKA adalah penyempitan yang hebat namun bukan karena spasme atau trombus. Hal ini terjadi pada sejumlah pasien dengan aterosklerosis progresif atau dengan stenosis ulang setelah intervensi
koroner perkutan (PCI).

Inflamasi dan/atau infeksi

Penyebab ke empat adalah inflamasi, disebabkan oleh/yang berhubungan dengan infeksi, yang mungkin menyebabkan penyempitan arteri, destabilisasi plak, ruptur dan trombogenesis. Makrofag dan limfosit-T di
dinding plak meningkatkan ekspresi enzim seperti metaloproteinase, yang dapat mengakibatkan penipisan dan ruptur plak, sehingga selanjutnya dapat mengakibatkan SKA.

Faktor atau keadaan pencetus

Penyebab ke lima adalah SKA yang merupakan akibat sekunder dari kondisi pencetus diluar arteri koroner. Pada pasien ini ada penyebab berupa penyempitan arteri koroner yang mengakibatkan terbatasnya perfusi miokard, dan mereka biasanya menderita angina stabil yang kronik. SKA jenis ini antara lain karena :

  1. Peningkatan kebutuhan oksigen miokard, seperti demam, takikardi dan tirotoksikosis
  2. Berkurangnya aliran darah koroner
  3. Berkurangnya pasokan oksigen miokard, seperti pada anemia dan hipoksemia.


Kelima penyebab SKA di atas tidak sepenuhnya berdiri sendiri dan banyak terjadi tumpang tindih. Dengan kata lain tiap penderita mempunyai lebih dari satu penyebab dan saling terkait.

Diagnosis

Riwayat/ Anamnesis

Diagnosa adanya suatu SKA harus ditegakkan secara cepat dan tepat dan didasarkan pada tiga kriteria, yaitu; gejala klinis nyeri dada spesifik, gambaran EKG (elektrokardiogram) dan evaluasi biokimia dari enzim jantung.

Nyeri dada tipikal (angina) merupakan gejala kardinal pasien SKA. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada merupakan keluhan dari sebagian besar pasien dengan SKA. Seorang dokter harus mampu mengenal nyeri dada angina dan mampu membedakan dengan nyeri dada lainnya karena gejala ini merupakan pertanda awal dalam pengelolaan pasien SKA.

Sifat nyeri dada yang spesifik angina sebagai berikut :

  • Lokasi : substermal, retrostermal, dan prekordial
  • Sifat nyeri : rasa sakit, seperti ditekan, rasa terbakar, ditindih benda berat, seperti ditusuk, rasa diperas, dan dipelintir.
  • Penjalaran ke : leher, lengan kiri, mandibula, gigi, punggung/interskapula, dan dapat juga ke lengan kanan.
  • Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau obat nitrat
  • Faktor pencetus : latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan sesudah makan
  • Gejala yang menyertai : mual, muntah, sulit bernafas, keringat dingin, dan lemas.


Berat ringannya nyeri bervariasi. Sulit untuk membedakan antara gejala APTS/NSTEMI dan STEMI. Pada beberapa pasien dapat ditemukan tanda-tanda gagal ventrikel kiri akut. Gejala yang tidak tipikal seperti rasa lelah yang tidak jelas, nafas pendek, rasa tidak nyaman di epigastrium atau mual dan muntah dapat terjadi, terutama pada wanita, penderita diabetes dan pasien lanjut usia. Kecurigaan harus lebih besar pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular multipel dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan diagnosis.

Patogenesis Penampilan Klinis Umum


  • Angina saat istirahat Angina terjadi saat istirahat dan terus menerus, biasanya lebih dari 20 menit
  • Angina pertama kali Angina yang pertama kali terjadi, setidaknya CCS Kelas III*
  • Angina yang meningkat
  • Angina semakin lama makin sering, semakin lama waktunya atau lebih mudah tercetus

* Klasifikasi AP dari CCS classification


Pencegahan

Yang bisa dilakukan untuk memerangi PJK/SKA adalah dengan tindakan pemeriksaan laboratorium penunjang yang sudah umum dikenal banyak pasien, misalnya pemeriksaan darah rutin, analisa gas darah, enzim jantung, kadar profil lemak darah, dan faktor pembekuan ada tindakan-tindakan yang dilakukan pada pasien yang harus diketahui oleh apoteker yang biasa dilaksanakan pada pasien jantung. Seperti tindakan EKG, Treadmil test, Ekokardiogram, Angiografi koroner dan Myocardial perfusion imaging. Yang dikenal juga dengan tindakan diagnostik non invasif serta diagnostik invasif dan non bedah.

Selain tindakan pemeriksaan laboratorium yang tak kalah pentingnya adalah upaya pencegahan PJK atau SKA. Disamping pemberitahuan penyebab dan atau mekanisme dasar timbulnya PJK atau SKA. Pencegahan PJK atau SKA, apoteker dapat berperan langsung dalam hal informasi dan edukasi tentang PJK atau SKA kepada pasien. Pencegahan SKA merupakan tindakan yang bijak dan arif dari penanganan SKA, karena sekali diagnosis ditegakkan beban yang disebabkan keluhan dan gejalanya begitu berat dan prognosisnya buruk.

Bijaksananya memang, mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu untuk terhindar dari PJK atau SKA seorang apoteker harus menjelaskan strategi atau upaya-upaya sistematis untuk mencegah timbulnya PJK, antara lain dengan menghindari atau memodifikasi semua faktor-faktor risiko yang akan dapat menyebabkan PJK/SKA di sepanjang hidup kita secara konsisten dan berkesinambungan. Dan menjelaskan hubungan antara faktorfaktor risiko dengan timbulnya PJK atau SKA.

Ada 2 (dua) kelompok faktor risiko secara garis besar yang harus dipahami. Pertama adalah faktor-faktor risiko yang sama sekali tak bisa diubah atau dimodifikasi, yaitu faktor genetik, jenis kelamin dan usia. Jika mempunyai riwayat keturunan, seseorang kemungkinan besar akan mendapatkan serangan jantung pula dikemudian hari. Ketiga faktor risiko itu memang tak bisa dihindari. Kedua faktor risiko yang dapat diubah atau dimodifikasi, dihindari dan dicegah.

Faktor – Faktor Risiko PJK atau SKA yang dapat diubah

  1. Merokok
  2. Kegemukan
  3. Sering Stress
  4. Kurang olahraga
  5. Diabetes
  6. Kolesterol darah tinggi
  7. Tekanan darah tinggi

Faktor-faktor risiko yang bisa dimodifikasi itu harus dikendalikan. Diantaranya dengan mengubah kebiasaan hidup sekarang juga dengan strategi PANCA USAHA KESEHATAN JANTUNG, yakni: Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hindari dan awasi stress, Awasi tekanan darah dan Teratur dan terukur berolahraga (SEHAT).

Panca Usaha Jantung Sehat

1. Seimbangkan gizi
2. Enyahkan rokok
3. Hindari dan awasi rokok
4. Awasi tekanan darah
5. Teratur dan terukur berolahraga

Cobalah Anda gunakan produk nutrisi yang tepat untuk mencegah penyakit jantung koroner yang bisa beresiko kematian. NutriShake dari Oriflame bisa Anda pertimbangkan, mengingat kandungan gizi yang memadahi dan rendah lemak.

Anda memerlukan nutrisi untuk kesehatan Anda? hubungi :

Email: agssupriyanto@gmail.com
Gtalk: agssupriyanto
YM: agssupriyanto
PIN: 26B75B2A

Referensi: Pharmaceutical Care untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

»»  READMORE...

Rabu, 01 Mei 2013

Kolesterol, Apa Penyebab Kolesterol Tinggi?


Kolesterol adalah lipid (lemak) yang diproduksi oleh hati. Kolesterol sangat penting untuk fungsi tubuh normal. Setiap sel dalam tubuh kita memiliki kolesterol dalam lapisan luarnya.

Kolesterol adalah steroid lilin dan diangkut dalam plasma darah manusia. Ini adalah sterol utama disintesis oleh tubuh - jumlah kecil juga disintesis dalam tanaman dan jamur. Sterol adalah steroid sub-kelompok.

Kadar kolesterol antara orang dewasa AS saat ini umumnya lebih tinggi daripada di semua negara-negara industri lainnya. Selama tahun 1990 ada beberapa kekhawatiran tentang kadar kolesterol pada anak-anak Amerika. Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), hampir 1 dari setiap 10 anak / remaja di Amerika Serikat telah meningkat kadar kolesterol total, dan selama periode 20 tahunan terakhir menurun drastis. Di Indonesia dari 100 orang 30 rang mengalami kolesterol tinggi.

Kata "kolesterol" berasal dari kata kole Yunani, yang berarti "empedu", dan stereo kata Yunani, yang berarti "padat, kaku".

Apa fungsi kolesterol?


  • Berfungsi membangun dan mempertahankan membran sel (lapisan luar), mencegah kristalisasi hidrokarbon dalam membran
  • Penting untuk menentukan molekul dapat masuk ke sel dan yang tidak dapat (permeabilitas membran sel)
  • Terlibat dalam produksi hormon seksual (androgen dan estrogen)
  • Penting untuk produksi hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal (kortisol, kortikosteron, aldosteron, dan lain-lain)
  • Membantu dalam produksi empedu
  • Mengkonversi sinar matahari menjadi vitamin D. Para ilmuwan dari Universitas Rockefeller terkejut menemukan bahwa tampaknya mengkonsumsi suplemen vitamin D tidak mengurangi risiko penyakit kardiovaskular kolesterol terkait.
  • Penting untuk metabolisme vitamin larut lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K
  • Insulates serabut saraf


Ada tiga jenis utama dari lipoprotein


Kolesterol dibawa dalam darah oleh molekul yang disebut lipoprotein. Lipoprotein adalah senyawa kompleks atau senyawa yang mengandung kedua lipid (lemak) dan protein. Tiga jenis utama adalah:

  • LDL (low density lipoprotein) - orang sering menyebutnya sebagai kolesterol jahat. LDL membawa kolesterol dari hati ke sel. Jika terlalu banyak dilakukan, terlalu banyak untuk sel untuk digunakan, bisa ada penumpukan berbahaya dari LDL. Lipoprotein ini dapat meningkatkan risiko penyakit arteri jika kadar naik terlalu tinggi. Kebanyakan darah manusia mengandung sekitar 70% LDL - ini mungkin berbeda, tergantung pada masing-masing orang.
  • HDL (high density lipoprotein) - orang sering menyebutnya sebagai kolesterol baik. Para ahli mengatakan HDL mencegah penyakit arteri. HDL melakukan kebalikan dari LDL - HDL membawa kolesterol jauh dari sel dan kembali ke hati. Dalam hati itulah diolah dan dikeluarkan dari tubuh sebagai limbah.
  • Trigliserida - ini adalah bentuk kimia di mana sebagian besar lemak yang ada dalam tubuh, serta dalam makanan. Mereka hadir dalam plasma darah. Trigliserida, berkaitan dengan kolesterol, membentuk lipid plasma (lemak darah). Trigliserida dalam plasma berasal baik dari lemak dalam makanan kita, atau dibuat dalam tubuh dari sumber energi lain, seperti karbohidrat. Kalori yang kita konsumsi tetapi tidak segera digunakan oleh jaringan kami diubah menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel lemak. Ketika tubuh Anda membutuhkan energi dan tidak ada makanan sebagai sumber energi, trigliserida akan dilepaskan dari sel-sel lemak dan digunakan sebagai energi - hormon mengendalikan proses ini.


Berapa kadar kolesterol normal?


Jumlah kolesterol dalam darah manusia dapat bervariasi dari 3,6 mmol / liter menjadi 7,8 mmol / liter. The National Health Service (NHS), Inggris, mengatakan bahwa setiap terbaca lebih dari 6 mmol / liter berarti tinggi, dan akan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit arteri. Departemen Kesehatan Inggris merekomendasikan tingkat kolesterol di bawah target 5 mmo / liter. Sayangnya, dua-pertiga dari semua orang dewasa Inggris memiliki tingkat kolesterol total setidaknya lima (laki-laki rata-rata 5.5, rata-rata perempuan 5.6).

Berikut adalah daftar dari kadar kolesterol dan bagaimana kebanyakan dokter akan mengkategorikan mereka dalam mg / dl (miligram / desiliter) dan 5mmol/liter (milimol / liter).

  • Diinginkan - Kurang dari 200 mg / dL
  • Bordeline tinggi 200 - 239 mg / dL
  • Tinggi - 240 mg / dL dan di atas
  • Tingkat optimal: kurang dari 5mmol/liter
  • Kadar kolesterol agak tinggi: antara 5 sampai 6.4mmol/liter
  • Kadar kolesterol cukup tinggi: antara 6.5 sampai 7.8mmol/liter
  • Kadar kolesterol yang sangat tinggi: di atas 7.8mmol/liter


Bahaya kadar kolesterol tinggi


Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan:

  • Aterosklerosis - penyempitan pembuluh darah.
  • Risiko penyakit jantung koroner lebih tinggi - kelainan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke jantung.
  • Serangan jantung - terjadi ketika pasokan darah dan oksigen ke area otot jantung diblokir, biasanya dengan gumpalan di arteri koroner. Hal ini menyebabkan otot jantung Anda melemah.
  • Angina - nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup.
  • Kondisi kardiovaskular lainnya - penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Stroke dan mini-stroke - terjadi ketika gumpalan darah menghambat arteri atau vena, mengganggu aliran ke area otak. Bisa juga terjadi ketika pembuluh darah pecah. Sel-sel otak mulai mati.

Jika kedua kolesterol darah dan trigliserida yang tinggi, risiko terkena penyakit jantung koroner meningkat secara signifikan.

Gejala kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia)


Dokter atau Anda dapat mengidentifikasi gejala kolesterol tinggi  dengan cara sentuhan atau penglihatan. Gejala kolesterol tinggi terungkap jika Anda memiliki gejala aterosklerosis, konsekuensi umum memiliki kadar kolesterol tinggi. Ini dapat termasuk:

  • Arteri koroner menyempit dalam jantung (angina)
  • Kaki sakit saat berolahraga - ini adalah karena arteri yang memasok kaki telah menyempit.
  • Pembekuan darah dan pembuluh darah pecah - ini dapat menyebabkan stroke atau TIA (mini-stroke).
  • Plak pecah - ini dapat menyebabkan trombosis koroner (bekuan terbentuk di salah satu arteri yang memberikan darah ke jantung). Jika hal ini menyebabkan kerusakan yang signifikan pada otot jantung dapat menyebabkan gagal jantung.
  • Xanthomas - patch kuning tebal di kulit, terutama di sekitar mata. Mereka, pada kenyataannya, endapan kolesterol. Hal ini umumnya terlihat di antara orang-orang yang mewarisi kerentanan kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia familial atau warisan).


Apa yang menyebabkan kolesterol tinggi?

Penyebab Lifestyle


  • Nutrisi - meskipun beberapa makanan mengandung kolesterol, seperti telur, ginjal, telur dan beberapa makanan laut, diet kolesterol tidak memiliki banyak dampak pada kadar kolesterol darah manusia. Namun, lemak jenuh lakukan! Makanan tinggi lemak jenuh termasuk daging merah, beberapa kue, sosis, keju keras, lemak babi, kue kering, kue, biskuit kebanyakan, dan krim (masih banyak lagi).
  • Gaya hidup - orang yang tidak berolahraga dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka duduk / berbaring memiliki tingkat signifikan lebih tinggi dari LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kadar HDL (kolesterol baik).
  • Berat badan - orang yang kegemukan / obesitas lebih mungkin untuk memiliki kadar LDL tinggi dan HDL rendah tingkat, dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.
  • Merokok - ini dapat memiliki efek yang cukup besar terhadap kadar LDL.
  • Alkohol - orang yang mengkonsumsi terlalu banyak alkohol secara teratur, umumnya memiliki tingkat jauh lebih tinggi dari LDL dan jauh lebih rendah tingkat HDL, dibandingkan dengan orang yang berpantang atau mereka yang minum secukupnya.


Kondisi medis yang dapat diobati


Kondisi medis ini diketahui menyebabkan kadar LDL meningkat. Semua kondisi yang dapat dikontrol secara medis (dengan bantuan dokter Anda, tidak perlu menjadi faktor yang mendorong):

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tingginya kadar trigliserida
  • Penyakit Ginjal
  • Penyakit hati
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif


Faktor risiko yang tidak dapat diobati


Ini dikenal sebagai faktor risiko tetap:

  • Gen 1 - orang dengan anggota keluarga dekat yang telah baik penyakit jantung koroner atau stroke, memiliki risiko lebih besar dari kadar kolesterol darah tinggi. Link telah diidentifikasi jika ayahmu / saudara berada di bawah 55, dan / atau ibu Anda / adik berada di bawah 65 ketika mereka memiliki penyakit jantung koroner atau stroke.
  • Gen 2 - jika Anda memiliki / memiliki kakak, adik, atau orang tua dengan hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) atau hiperlipidemia (lipid darah tinggi), kesempatan Anda memiliki kadar kolesterol tinggi lebih besar.
  • Jenis Kelamin - pria memiliki kesempatan lebih besar memiliki kadar kolesterol darah tinggi daripada wanita.
  • Usia Anda - semakin tua Anda peluang aterosklerosis meningkat.
  • Menopause dini - wanita yang menopause terjadi lebih awal lebih rentan terhadap kadar kolesterol yang lebih tinggi, dibandingkan dengan perempuan lain.
  • Kelompok etnis tertentu - orang dari sub-benua India (Pakistan, Bangladesh, India, Sri Lanka) lebih rentan untuk memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, dibandingkan dengan orang lain.


Bagaimana kolesterol tinggi didiagnosis?


Hasil skrining Kadar kolesterol darah dan kolesterol dapat diukur melalui tes darah sederhana. Penting untuk puasa selama setidaknya 12 jam sebelum sampel darah diambil. Sampel darah dapat diperoleh dengan jarum suntik, atau hanya dengan menusuk jari pasien.

Sampel darah akan diuji untuk tingkat LDL dan HDL, serta kadar trigliserida darah. Unit yang mengukur dalam mg / dl (miligram / desiliter) atau 5mmol/liter (milimol / liter).

Para peneliti di Sree Sastha Institut Teknik dan Teknologi, India, mengembangkan tes kolesterol fotografi, yang mereka gambarkan sebagai cara yang sama sekali non-invasif untuk menguji kadar kolesterol.

Orang-orang yang memiliki faktor risiko harus mempertimbangkan kadar kolesterol mereka rutin diperiksa.

Apa pengobatan untuk kolesterol tinggi?

Gaya hidup

NutriShake dari Oriflame
Kebanyakan orang, terutama mereka yang memiliki faktor risiko dalam siklus hidupnya, umumnya bisa mengembalikan tingkat kolesterol dan trigliserida ke kondisi normal:

  • Melakukan banyak latihan (cek dengan dokter Anda)
  • Makan banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, gandum, lemak berkualitas baik. NutriShake dari Oriflame bisa Anda pertimbangkan untuk melengkapi menu Anda.
  • Menghindari makanan dengan lemak jenuh
  • Cukup istirahat (8 jam setiap malam)
  • Atur berat badan Anda kembali normal
  • Menghindari alkohol
  • Berhenti merokok

Banyak ahli mengatakan bahwa orang-orang yang beresiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular tidak akan menurunkan resiko mereka hanya dengan mengubah diet mereka. Namun demikian, pola makan yang sehat akan memiliki banyak manfaat kesehatan.

Obat pengendali kolesterol


Jika kadar kolesterol Anda masih tinggi setelah melakukan semua yang disebutkan di atas, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol. Tindakan dokter mungkin termasuk yang berikut:

  • Statin (inhibitor HMG-CoA) - bagian enzim dalam hati yang memproduksi kolesterol. Tujuan di sini adalah untuk mengurangi kadar kolesterol Anda menjadi di bawah 4 mmol / liter dan di bawah 2 mmol / liter untuk LDL Anda. Statin berguna untuk pengobatan dan pencegahan aterosklerosis. Efek samping bisa termasuk sembelit, sakit kepala, sakit perut, dan diare. Atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, pravastatin, rosuvastatin dan simvastatin adalah contoh statin.
  • Aspirin - ini tidak boleh diberikan pada pasien di bawah usia 16 tahun.
  • Obat untuk menurunkan kadar trigliserida - ini adalah turunan asam fibric dan termasuk gemfibrozil, fenofibrate dan clofibrate.
  • Niacin - ini adalah vitamin B yang ada dalam berbagai makanan. Anda hanya bisa mendapatkan dosis yang sangat tinggi dengan resep dokter. Niasin membawa turun baik LDL dan HDL. Efek samping mungkin termasuk gatal, sakit kepala, hot flashes (UK: flushes), dan kesemutan (kebanyakan sangat ringan jika mereka terjadi).
  • Obat anti hipertensi - jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dokter mungkin meresepkan Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, Angiotensin | | receptor blocker (ARB), Diuretik, Beta-blocker, Calcium channel blocker.


Dalam beberapa kasus inhibitor penyerapan kolesterol (ezetimibe) dan sequestrants empedu-asam mungkin diresepkan. Mereka memiliki lebih banyak efek samping dan memerlukan pengetahuan yang memadai dari pasien untuk patuh menjalani pengobatan.

Mencegah selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Asupan nutrisi yang tepat akan menjaga kesehatan Anda dan mempercepat proses pengobatan.

Email: agssupriyanto@gmail.com
Gtalk: agssupriyanto
YM: agssupriyanto
PIN: 26B75B2A

Referensi: http://www.medicalnewstoday.com



»»  READMORE...