Semua Orang Bisa Sukses, Apapun Latar Belakangnya

PUREGANIC PARFUM photo Facebook-20140901-094537_zps76e6ccad.jpg
Tampilkan postingan dengan label gemuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gemuk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Diabetes Tipe 2 Tidak Berhubungan Dengan Berat Badan? Onset Diabetes Terjadi Berbeda Tergantung Pada Pasien

Onset Diabetes Terjadi Berbeda Tergantung Pada Pasien
oleh Justin Caba | 11 Feb 2014 05:00 PM 


Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas adalah rentan pada risiko yang lebih tinggi berkembangnya diabetes tipe 2; Namun, tidak semua orang dengan berat badan berlebih juga didiagnosis dengan kondisi ini. Jadi apa hubungan nyata antara berat badan dan diabetes? Sebuah studi dari pusat Diabetes Steno di Gentofte, Denmark, telah mengungkapkan berat badan berlebih dan diabetes memiliki lebih sedikit hubungannya satu sama lain daripada yang pernah terpikirkan.

Menurut American Diabetes Association, kira-kira 26 juta anak-anak dan orang dewasa di Amerika Serikat telah didiagnosa diabetes. Orang-orang yang kehilangan tujuh persen dari berat badan mereka dan menambah 30 menit latihan moderat setiap hari minggu mereka dapat menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 58 persen. Setelah peningkatan yang dramatis kelebihan berat badan warga Amerika antara tahun 1990 dan 2010, lebih dari sepertiga dari orang dewasa di AS obesitas.

"Diabetes tipe 2 bukanlah sebuah entitas satu penyakit, tapi agak heterogen, penyakit dengan jalur patofisiologi yang berbeda tergantung pada tingkat dan perkembangan obesitas," menyebabkan peneliti Dorte Vistisen dan Kristine Faerch mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Strategi berfokus pada pengurangan kecil berat untuk seluruh penduduk mungkin lebih bermanfaat daripada sebagian besar berfokus pada penurunan berat badan bagi individu yang berisiko tinggi."

Para peneliti yang terlibat dalam Whitehall II studi direkrut 6,705 pegawai dari London yang belum didiagnosis diabetes pada awal studi. Peserta diikuti selama kurun waktu 10 tahun dan diuji untuk diabetes setiap lima tahun. Setelah menghitung setiap peserta indeks massa tubuh (BMI) dengan cara mengukur tinggi dan berat, tim peneliti mampu mengidentifikasi pola-pola perubahan BMI antara orang yang akhirnya terkena diabetes. Dari 6,705 pegawai sipil yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 645 akhirnya didiagnosis dengan diabetes setidaknya lima tahun setelah awal nya.

Penderita diabetes dikelompokkan ke dalam tiga pola-pola berbeda perkembangan obesitas ditandai oleh perubahan yang berbeda dalam resistensi insulin dan faktor resiko lain untuk penyakit jantung dan diabetes. "Kelebihan Berat Badan Menetap" kelompok individu, yang tidak mengalami perubahan BMI mereka sebelum mereka didiagnosis diabetes, termasuk 606 peserta. Dua puluh enam peserta adalah bertambah gemuk selama studi, termasuk beberapa yang obesitas selama 18 tahun sebelum terkena diabetes. Kelompok ketiga dan terakhir termasuk 15 peserta yang bertambah berat badan menuju diagnosis mereka.

"Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk berkembangnya penyakit ini, tetapi faktor risiko lain seperti sejarah keluarga, etnis dan umur juga memainkan peran," pernyataan American Diabetes Association. "Sayangnya, terlalu banyak orang mengabaikan faktor risiko lain diabetes dan berpikir bahwa berat badan adalah satu-satunya faktor risiko untuk diabetes tipe 2. Orang-orang yang kelebihan berat badan paling tidak pernah terkena diabetes tipe 2, dan banyak orang dengan diabetes tipe 2 di berat badan normal atau hanya agak kelebihan berat badan."

Referensi : www.medicaldaily.com dari sumber: Vistisen D, Witte D, Taba'k A, Herder C, Brunner E. pola obesitas pembangunan sebelum Diagnosis Diabetes Tipe 2: Studi kohort Whitehall II. PLoS Med. 2014.
»»  READMORE...

Senin, 29 April 2013

Program Penurunan Berat Badan Untuk Mencapai BMI Ideal

Anda sudah menghitung BMI (Body Mass Index) Anda? Di blog ini telah disediakan kalkulator BMI. Silahkan Anda hitung sendiri BMI Anda dengan mengisi berat dan tinggi Anda saat ini. Jika hasil hitungan tersebut menunjukkan overweight, saatnya Anda mulai mempertimbangkan untuk melakukan program penurunan berat badan untuk mencapai BMI ideal.

Langkah mudah yang bisa Anda lakukan adalah lakukan olah raga rutin untuk membakar lemak yang berlebih di tubuh Anda saat ini, disertai treatment nutrisi yang tepat.

Tahukah Anda dampak serius jika Anda kelebihan lemak?



  1. DIABETES, keadaan dimana tubuh tidak bisa mengatur kadar gula dalam darah dengan baik , sehingga kadar gula darah dapat menjadi sangat tinggi. Diabetes dapat meningkatkan resiko penyakit ginjal, kebutaan, dan penyakit jantung.
  2. HIPERTENSI, atau sama dengan penyakit "darah tinggi". Seseorang yang memiliki berat badan berlebih, cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gagal Ginjal, Stroke, dan Penyakit Jantung.
  3. KOLESTEROL, Mengkonsumsi lemak jenuh berlebihan , dapat meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein atau Lemak jahat dalam darah, yang berakibat menyumbat pembuluh darah.
  4. JANTUNG KORONER, penyakit ini disebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung , karena kadar Lemak jahat meningkat dan menyumbat pembuluh darah yang dekat dengan Jantung.
  5. MUDAH LELAH, Keadaan dimana metabolisme tubuh tidak berjalan normal karena nutrisi yang ada tidak tersalurkan dengan baik. Kondisi mudah lelah disebabkan juga karena penyakit tertentu.
  6. KETIDAKSEIMBANGAN HORMON, Sintesis dan kerja hormon dipengaruhi makanan yang di konsumsi. Mengkonsumsi lemak yang tinggi dari Hewani menyebabkan kerja hormon tidak stabil.
  7. GAGAL GINJAL, Bagi penderita obesitas yang memiliki pola makan yang buruk, misalnya mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gulanya tinggi, garam, dan bahan pengawet, yang mengakibatkan ginjal bekerja terlalu berat, yang berisiko terjadinya gagal Ginjal.
  8. STROKE, keadaan ketika terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga mengakibatkan sistem saraf seluruh tubuh menjadi rusak.
  9. STEATOSIS HEPATIKA, penyakit yang diakibatkan akumulasi lemak dan kemudian dilanjutkan peradangan. Steatosis Hepatika merupakan dampak dari Obesitas, dari mengkonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi , resistansi Insulin, Diabetes Melitus, dan konsumsi Alkohol (miras).
  10. ATEROSKLEROSIS, penyakit yang disebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga menyebabkan gangguan jantung karena darah menggumpal disebabkan kadar kolesterol dan trigliserida darah naik.
  11. GANGGUAN FUNGSI PARU-PARU, pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian.
  12. GANGGUAN PERSENDIAN, obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis). Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi. 
  13. GANGGUAN SISTEM HORMONAL, obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi. Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi). Misalnya jerawatan, distribusi bulu-bulu di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki. Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental. 
  14. MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT GANAS, hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal). 
  15. GANGGUAN PSIKOLOGIS, Orang dengan obesitas juga sering kali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya.

Ternyata cukup serius penyakit yang timbul seiring dengan berlebihannya lemak jahat dalam tubuh. Anda tentu tidak mau kan?

Nah, bagaimana menanggulangi kelebihan lemak Anda?

Ingatkan "Lima Wajib" yang harus Anda lakukan dengan konsisten dan disiplin.

  1. NutriShake
  2. Nutrisi
  3. Olah raga
  4. Ikuti Checklist Harian
  5. Komunitas

Dengan Anda melakukannya secara konsisten dan disiplin Anda akan mudah mencapai target BMI ideal Anda. Selamat berjuang......

Butuh Nutrishake dan informasi lebih lanjut? Jangan sungkan hubungi saya. Selain Anda bisa mencapai target BMI yang diharapkan, Anda juga dapat memperoleh manfaatlain berupa diskon langsung 30% dan aneka bonus dan hadiah lainnya jika bergabung dalam komunitas. Hubungi saya... :)

Email: agssupriyanto@gmail.com
Gtalk: agssupriyanto
YM: agssupriyanto
PIN: 26B75B2A

Referensi: berbagai sumber
»»  READMORE...

Jumat, 26 April 2013

Wellbeing RoadMap

Pada artikel sebelumnya, anda sudah mengenal istilah Wellbeing RoadMap. Apa Wellbeing RoadMap?

Yang pertama kali harus anda ketahui adalah Indeks Massa Tubuh anda (Body Mass Index/BMI). Bagaimana menghitungnya? Perhatikan tabel berikut ya...


Pada rentang mana BMI anda? Jika berada di luar rentang yang diarsir hijau berarti anda underweight (kurus) => kuning, anda overweight (gemuk) jika ada di sebelah kanan yang diarsir hijau dan obesitas jika berada pada arsiran paling kanan (magenta). Jika BMI anda masih dalam arsiran hijau, anda boleh tersenyum. Eits... tapi harus dijaga ya.

Soalnya, jika tidak dijaga dengan benar maka BMI anda bisa bergerak ke kiri atau ke kanan. Umumnya bergerak ke kanan lho. Itu berarti cenderung menjadi gemuk.

Anda kegemukan, anda susah beraktivitas, nafas terengah-engah meski olah raga baru dimulai. Anda tidak mau bukan?

Mari mulai menjaga kesehatan anda dengan nutrisi yang tepat.

»»  READMORE...