Semua Orang Bisa Sukses, Apapun Latar Belakangnya

PUREGANIC PARFUM photo Facebook-20140901-094537_zps76e6ccad.jpg
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jantung. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

Mitos Seputar Jantung

Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang vital bagi manusia. Ketidakpahaman tentang organ ini membuat banyak mitos bertebaran. Yang gawat, tidak sedikit yang mempercayai, walau terbukti salah. Nyawa tentu saja taruhannya kan?


  1. Orang muda tidak kena serangan jantung. Kata siapa? Mitos ini sangat lama beredar di masyarakat, bahkan mungkin masih banyak yang mempercayai. Namun faktanya, setelah era 90-an penderita serangan jantung semakin muda. Kini, tercatat 20 persen kasus serangan jantung di bawah usia 40, 40 persen di antara usia 40-45, dan 40 persen di atas usia 50. Itu sebabnya setiap orang disarankan untuk melakukan pengecekan dan pencegahan sejak dini, setelah usia 25 tahun. Ada tiga faktor yang meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, yaitu terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan gula, malas berolah raga, pengaruh radikal bebas. Kalau ketiga faktor ini dirangkum menjadi satu, ujungnya adalah gaya hidup! Waspadalah!
  2. Jantung tidak perlu beristirahat. "Kalau jantung beristirahat, mati, donk, orangnya!". Meski tidak benar-benar berhenti berdenyut, jantung juga perlu beristirahat. Kapan? Saat kita tidur. Sewaktu tidur, jantung berkontraksi minimal, yaitu sekitar 50-60 denyut per menit. Tugas jantung sejatinya sangat berat. Setiap kali berdenyut, jantung memompa 70-80cc darah. Dan dalam satu menit, jantung berdenyut 70-100 kali. Artinya, dalam satu menit, jantung akan memompa 500cc cairan darah, dan ada 30.000cc atau sekitar 5.000-6.000 liter darah dipompa setiap hari. Ini sebabnya tidur sangat penting bagi kesehatan jantung.
  3. Serangan jantung menurun! Pada intinya, penyakit jantung tidak menurun secara genetik. Namun, kalau keluarga kamu memiliki riwayat serangan jantung yang tinggi, maka itu mempertinggi resiko kamu terkena. Oleh karenanya kamu harus bisa mengenali diri dan lingkungan kamu, berhenti merokok dan menghindari keluarga yang merokok, olahraga teratur, menjaga kolesterol, gula dan berat badan, plus periksakan diri kamu sejak dini.
  4. Data kiri nyeri = serangan jantung? Belum tentu iya, tetapi belum tentu juga tidak. Jika rasa nyeri menjadi lebih kuat ketika aktif berkegiatan, dan gejalanya menurun dengan pemberian obat nitrat di bawah lidah, maka itu mengindikasikan sakit jantung. Tetapi, bila sakit di dada dapat ditunjuk dengan jelas menggunakan jari - dan ketika ditekan terasa nyeri, kemungkinan besar ini sakit otot dada. Di Indonesia, kebanyakan tanda serangan jantung yang muncul adalah sakit ulu hati, kembung dan seperti masuk angin. Berbeda dengan di Amerika Serikat yang nyeri berawal di dada, lalu menjalar ke lengan kiri dan leher. Yang menghebohkan, penelitian di Universitas Airlangga pada 1980-an menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sesungguhnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner.
  5. Bisa mendeteksi serangan jantung. Salah besar! Ada alasan kuat mengapa serangan jantung disebut sebagai "the silent killer". tak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Faktanya, 30 persen kasus serangan jantung tidak memiliki gejala dan berakhir dengan kematian. Ini yang disebut "sudden death". Pemberitahuan untuk pertama kali dan terakhir kalinya. Memang, beberapa serangan jantung, terutama jika disebabkan bisul penyumbat pembuluh darah yang besar, menimbulkan gejala. Tetapi pecahnya bisul pembuluh darah yang kecil, yang ukurannya kurang dari 50 persen penyumbatan, inilah yang menyebabkan sudden death. Plak-plak kecil inilah yang ganas. Bagaimana tidak, ia tidak terlihat dengan EKG, tidak terdeteksi dengan tes treadmill. Ia baru akan tampak jika dilakukan Multislice CT Scan. Dari sinilah julukan silent killer berasal.
Nah, teman. Kamu sekarang tahu betapa berbahayanya serangan jantung tiba-tiba. Karenanya yuk mulai mengubah gaya hidup kamu dengan gaya hidup yang sehat.

Agus Supriyanto
eMail: agssupriyanto@gmail.com
YM: agssupriyanto
GTalk: agssupriyanto

Sumber:
Healthy Guide
»»  READMORE...

Senin, 29 April 2013

Program Penurunan Berat Badan Untuk Mencapai BMI Ideal

Anda sudah menghitung BMI (Body Mass Index) Anda? Di blog ini telah disediakan kalkulator BMI. Silahkan Anda hitung sendiri BMI Anda dengan mengisi berat dan tinggi Anda saat ini. Jika hasil hitungan tersebut menunjukkan overweight, saatnya Anda mulai mempertimbangkan untuk melakukan program penurunan berat badan untuk mencapai BMI ideal.

Langkah mudah yang bisa Anda lakukan adalah lakukan olah raga rutin untuk membakar lemak yang berlebih di tubuh Anda saat ini, disertai treatment nutrisi yang tepat.

Tahukah Anda dampak serius jika Anda kelebihan lemak?



  1. DIABETES, keadaan dimana tubuh tidak bisa mengatur kadar gula dalam darah dengan baik , sehingga kadar gula darah dapat menjadi sangat tinggi. Diabetes dapat meningkatkan resiko penyakit ginjal, kebutaan, dan penyakit jantung.
  2. HIPERTENSI, atau sama dengan penyakit "darah tinggi". Seseorang yang memiliki berat badan berlebih, cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gagal Ginjal, Stroke, dan Penyakit Jantung.
  3. KOLESTEROL, Mengkonsumsi lemak jenuh berlebihan , dapat meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein atau Lemak jahat dalam darah, yang berakibat menyumbat pembuluh darah.
  4. JANTUNG KORONER, penyakit ini disebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung , karena kadar Lemak jahat meningkat dan menyumbat pembuluh darah yang dekat dengan Jantung.
  5. MUDAH LELAH, Keadaan dimana metabolisme tubuh tidak berjalan normal karena nutrisi yang ada tidak tersalurkan dengan baik. Kondisi mudah lelah disebabkan juga karena penyakit tertentu.
  6. KETIDAKSEIMBANGAN HORMON, Sintesis dan kerja hormon dipengaruhi makanan yang di konsumsi. Mengkonsumsi lemak yang tinggi dari Hewani menyebabkan kerja hormon tidak stabil.
  7. GAGAL GINJAL, Bagi penderita obesitas yang memiliki pola makan yang buruk, misalnya mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gulanya tinggi, garam, dan bahan pengawet, yang mengakibatkan ginjal bekerja terlalu berat, yang berisiko terjadinya gagal Ginjal.
  8. STROKE, keadaan ketika terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga mengakibatkan sistem saraf seluruh tubuh menjadi rusak.
  9. STEATOSIS HEPATIKA, penyakit yang diakibatkan akumulasi lemak dan kemudian dilanjutkan peradangan. Steatosis Hepatika merupakan dampak dari Obesitas, dari mengkonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi , resistansi Insulin, Diabetes Melitus, dan konsumsi Alkohol (miras).
  10. ATEROSKLEROSIS, penyakit yang disebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga menyebabkan gangguan jantung karena darah menggumpal disebabkan kadar kolesterol dan trigliserida darah naik.
  11. GANGGUAN FUNGSI PARU-PARU, pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian.
  12. GANGGUAN PERSENDIAN, obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis). Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi. 
  13. GANGGUAN SISTEM HORMONAL, obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi. Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi). Misalnya jerawatan, distribusi bulu-bulu di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki. Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental. 
  14. MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT GANAS, hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal). 
  15. GANGGUAN PSIKOLOGIS, Orang dengan obesitas juga sering kali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya.

Ternyata cukup serius penyakit yang timbul seiring dengan berlebihannya lemak jahat dalam tubuh. Anda tentu tidak mau kan?

Nah, bagaimana menanggulangi kelebihan lemak Anda?

Ingatkan "Lima Wajib" yang harus Anda lakukan dengan konsisten dan disiplin.

  1. NutriShake
  2. Nutrisi
  3. Olah raga
  4. Ikuti Checklist Harian
  5. Komunitas

Dengan Anda melakukannya secara konsisten dan disiplin Anda akan mudah mencapai target BMI ideal Anda. Selamat berjuang......

Butuh Nutrishake dan informasi lebih lanjut? Jangan sungkan hubungi saya. Selain Anda bisa mencapai target BMI yang diharapkan, Anda juga dapat memperoleh manfaatlain berupa diskon langsung 30% dan aneka bonus dan hadiah lainnya jika bergabung dalam komunitas. Hubungi saya... :)

Email: agssupriyanto@gmail.com
Gtalk: agssupriyanto
YM: agssupriyanto
PIN: 26B75B2A

Referensi: berbagai sumber
»»  READMORE...